PT. PRAKTIS Tour & Organizer
Jln. Soekarno Hatta Kav. 1F
(Depan Poltek Negeri - Unibraw)
Malang - Jawa Timur - Indonesia
T. 0341-403800, F.0341-403700
Mobile:
Tour-Rafting: 0852.5930.3397
Hotel-Villa: 0818.0505.1005
Outbound: 0816.5490.5350



We are a member of
logo asitalogo asppi
Wisata ASIA
singapore tour kuala lumpur malaysia tour
Booking Hotel Luar Negeri
star hotel

Wisata Banjarmasin

December 17th, 2009
[ Minggu, 07 Februari 2010 ]
Pasar Terapung Muara Kuin di Kota Seribu Sungai Banjarmasin

Belanja dan Makan di Atas Jongkong

Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan Banjarmasin dikenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai. Selain terdapat banyak sungai di kota itu, sungai menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Termasuk pasarnya, sehingga muncullah pasar terapung.

RASANYA belum lengkap, jika berkunjung ke Banjarmasin, namun tidak berbelanja di Pasar Terapung Muara Kuin. Disebut pasar terapung karena transaksinya dilakukan di atas permukaan sungai.

Pedagang menggelar dagangannya di atas perahu kecil yang dalam bahasa lokal disebut jongkong. Demikian juga pembelinya, mereka harus menumpang jongkong. Para pedagang di Pasar Terapung Muara Kuin mulai menggelar dagangannya pukul 03.30. Jual beli berlangsung selama sekitar tiga jam, sampai pukul 06.30.

Berbagai macam komoditas yang biasa ditemukan di pasar-pasar pada umumnya juga digelar di pasar terapung. Mulai sembako, sayur-mayur, buah-buahan, hingga makanan dan minuman. Termasuk makanan khas Banjarmasin, soto banjar. Bisa dibayangkan sensasi menikmati soto banjar di atas jongkong yang mengapung di Sungai Martapura.

Keunikan pasar terapung di Banjarmasin itu tidak saja terkenal di seantero Nusantara, namun juga di kalangan wisatawan asing. Menyadari potensi tersebut, pemerintah Kota Banjarmasin pun menyediakan berbagai fasilitas untuk wisatawan.

Salah satunya adalah menyediakan perahu wisata yang bisa mengantar wisatawan berbelanja di pasar terapung sekaligus menikmati kehidupan masyarakat sekitar sungai dengan menyusuri Sungai Martapura. Rute yang ditempuh perahu wisata itu adalah menyusuri Sungai Martapura, melalui Makam Sultan Suriansyah, terus ke pasar terapung, dan terakhir menuju Pulau Kembang. Setelah itu, ditempuh perjalanan kembali menyusuri Sungai Martapura hingga ke dermaga.

Dengan menumpang perahu wisata itu, wisatawan bisa benar-benar menyaksikan kehidupan warga di sekitar Sungai Martapura. Warga yang sedang mandi, mencuci, hingga pabrik-pabrik di sepanjang Sungai Martapura.

Untuk sekali perjalanan, butuh waktu sekitar tiga jam. Biasanya perjalanan dimulai sekitar pukul 04.00, agar tidak ketinggalan aktivitas perdagangan di pasar terapung.

Tidak sulit untuk menjangkau Pasar Terapung Muara Kuin. Banyak hotel di Banjarmasin yang menawarkan paket menginap dan perjalanan wisata ke pasar tersebut.

Salah satu alternatif untuk mencapainya adalah melalui jalan darat dari pusat Kota Banjarmasin yang hanya 15-20 menit menuju dermaga Kuin. Yang disarankan adalah dengan jalur sungai yang bisa ditempuh dari banyak dermaga di sana. Termasuk dermaga di depan Pemkot Banjarmasin.

Lebih Murah daripada di Daratan

DI zaman dahulu pasar terapung menggunakan sistem penjualan secara barter atau yang biasa disebut warga lokal bapanduk. Namun seiring berkembangnya zaman, sekarang ini transaksi dilakukan dengan uang.

Meski begitu, dijamin harga komoditas yang digelar di pasar terapung masih terjangkau dan lebih murah daripada di pasar daratan. Karena itu, pedagang yang biasanya berjualan di daratan selalu membeli di pasar terapung untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Seorang pedagang bernama Muchtar menjelaskan suasana pasar terapung tidak seramai dulu lagi. Sejak banyak perusahaan kayu lapis di sepanjang Sungai Barito yang tutup, transaksi perdagangan di pasar terapung menurun. “Sekarang ini hasil dari jualan di sini hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari saja,” ujarnya.

Turun dari jukung setelah berbelanja di Pasar Terapung, wisatawan bisa berkunjung ke Kampung Wisata Kuin. Di kampung itulah berbagai cendera mata khas Kuin bisa diperoleh. Salah satunya adalah kerajinan tanggui hias.

Tanggui hias yang dibuat dari daun nipah itu biasanya dijadikan hiasan rumah dengan digantung pada dinding. Uniknya di Kampung Wisata Kuin tersebut, selain langsung bisa membeli suvenir dengan harga murah, pengunjung dapat melihat secara dekat pembuatan suvenir tersebut. (jpnn/ruk)

outbound training in house training

outbound plus rafting outbond plus paintball

booking hotel tiket pesawat

sewa mobilsewa bis wisata

wisata malang bromo umroh dan haji plus